PEMKAB TASIK TERIMA BONUS DARI PGE KARAHA, INI BESARANNYA...

Written by Super Admin Tuesday, 07 July 2020 11:25

SINGAPARNA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menerima bonus produksi panas bumi triwulan I Tahun 2020 dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha sebesar Rp 75.133.814. Hal ini mengacu kepada Permen ESDM Nomor 23 tahun 2017.

Kepala Bidang Penanaman Modal, Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tasikmalaya Cahyono Rahman mengatakan, perhitungan bonus produksi triwulan I Tahun 2020 berdasarkan pendapatan kotor triwulan I Tahun 2020 untuk unit 1 mulai dari Januari-Maret 2020.

Cahyono menyebutkan, besaran bonus produksi secara keseluruhan tahun 2020 untuk Kabupaten Tasikmalaya mencapai Rp 300 juta. Jumlah nilainya mengalami penurunan sebesar Rp 500 juta, dari tahun 2019 lalu yang besarannya mencapai Rp 800 juta.

Bonus produksi tahun ini, disetorkan ke Kas Umum Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Lanjut dia, untuk penyerahannya diserahkan per triwulan. Sehingga dalam jangka waktu setahun itu, diserahkan sebanyak 4 kali. Namun dikarenakan kondisi Covid-19, baru triwulan pertama bonus hasil produksi yang diserahkannya.

Saat ini dari tiga turbin yang tersedia di Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) Karaha Unit 1 di Kecamatan Kadipaten, dua di antaranya tidak berfungsi dan hanya 1 turbin yang berfungsi. “Hal ini disebabkan karena permasalahan ketersediaan uap dari 2 sumur produksi sehingga mengakibatkan adanya potensi penurunan realisasi pendapatan dan bonus produksi,” ucapnya.

Ditjen EBTKE, ujar Cahyono, meminta kepada pemerintah daerah penghasil khususnya Kabupaten Tasikmalaya agar memastikan pendapatan bonus produksi dianggarkan dalam APBD sesuai Permendagri Nomor 33 Tahun 2019. “Dana bonus produksi panas bumi yang telah diterima, diprioritaskan pemanfaatannya untuk masyarakat sekitar wilayah kerja panas bumi. Untuk Kabupaten Tasikmalaya di antaranya bagi warga Kadipaten, Cibahayu dan Dirgahayu,” kata dia.

Cahyono menambahkan, selain memberikan bonus hasil produksi kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, PT PGE juga memberikan anggaran CSR kepada warga terdampak. Di tahun ini besaran anggarannya mencapai Rp 375 juta. Belum termasuk anggaran dari PT Pertamina (Persero) yang masih dalam proses persetujuan. Kepala Desa Kadipaten Cecep Agah Nagoya mengatakan, jika untuk tahun 2020 ini pihaknya belum menerima bonus hasil produksi maupun CSR dari PT PGE. “Kalo tidak salah tahun kemarin sepertinya belum dapat dari hasil bonus produksi, tapi tidak tahu kalau lagi sama PJS Kades,” kata dia. Baca juga : Pilgub Tasik, Calon Independen Hadir Sebagai Orang Berprinsip & Pembeda Kata dia, untuk CSR baru di bidang pendidikan dan kesehatan. Itu pun diolah oleh mereka. “Memang untuk tahun lalu alhamdulillah selalu ada, hanya saja untuk sekarang kebetulan sekolah lagi libur jadi belum ada CSR,” katanya. (obi)

Sumber: https://www.radartasikmalaya.com/pemkab-tasik-terima-bonus-dari-pge-karaha-ini-besarannya/
Artikel ini telah terbit di radartasikmalaya.com